Di era globalisasi ini, sistem informasi
memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah organisasi. Sistem informasi
memiliki peran dalam menunjang kegiatan bisnis operasional, menunjang manajemen
dalam pengambilan keputusan, dan menunjang keunggulan strategi kompetetif
organisasi.
Setiap perusahaan umumnya saat
ini telah implementasikan Sistem Informasi sesuai dengan aktivitas bisnisnya.
CONTOH IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI PADA
PERUSAHAAN
Saya
mengambil contoh “Sistem Informasi Pemasaran / Sales”
di perusahaan tempat saya bekerja. Berikut adalah Sistem Informasi
kegiatan penjualan secara umum dari Departemen Sales yang terintegrasi dengan
Departemen lain.

Di dalam perusahaan,
keseluruhan dari jenis sistem informasi harus dapat terintegrasi satu sama lain, menjadi satu sistem
informasi yang utuh, yaitu sistem informasi perusahaan, dimana setiap alur
informasi yang ada akan saling terhubung satu sama lain, sehingga setiap user
yang berwenang dapat mempelajari dan melihat informasi yang sudah tersimpan di
dalam database atau basis data perusahaan.
Kekuatan pada sistem informasi
di atas, sistem sudah terintegrasi dengan baiik. Pengendalian internal juga
sudah dijalankan, dimana para Branch Manager dan BOD dapat mengambil keputusan
dalam skala tertentu. Selain itu seluruh kegiatan sudah terintegrasi dengan
Departemen lain, yaitu : gudang, teknisi dan bagian penagihan.
Dalam implementasi sebuah sistem
organisasi, tentu memiliki kelemahan khususnya dalam hal pengendalian internal.
Kelemahan dari sederhana nya sistem informasi
di atas dapat digambarkan sebagai berikut : Pada kenyataan nya, contract <
200 juta, pada pertengahan masa contract dapat bertambah (addendum). Yang terjadi, addendum
sering kali di assign oleh Branch
Manager dengan margin dibawah standart. Padahal seharusnya jika contract master ditambah dengan addendum menjadi ≥ 200 jt, maka harus
sepengetahuan BOD.
Kelemahan lain yang berkaitan dengan
Sistem Akuntansi dalam rangka
Pengendalian Internalnya :
Mudahnya komunikasi saat ini, membuat sales
menjadi malas untuk kunjungan ke customer. Akibatnya, contract yang sudah
ditanda tangan kedua belah pihak, menunjukkan total jumlah unit yang akan
dipasang hanya berdasarkan jumlah dan luas ruangan yang di informasikan
customer. Padahal, saat bagian service melakukan tugasnya, ternyata ada
kondisi-kondisi khusus yang tidak perlu dilakukan service. Hal ini dapat
membuat nilai contract harus direvisi dengan beberapa proses lagi, sehingga
memperlambat proses penagihan dan penumpukan Piutang. Selain penumpukan piutang
tentunya juga kacaunya persediaan, sebab yang dibutuhkan di dalam contract,
seringkali berbeda bisa terjadi kurang atau lebih.
Demikian pemahaman yang dapat saya jelaskan
dari implementasi sistem informasi dalam sebuah organisasi.
DAMPAK IMPLEMENTASI
SISTEM INFORMASI BAGI ORGANISASI
Dengan
adanya sistem informasi, kegiatan merekam transaksi dan mengolahnya menjadi
data menjadi sangat mudah, maka kehadiran sistem informasi memberikan dampak
yang cukup besar dalam sebuah organisasi atau kegiatan bisnis. Berikut adalah dampak implementasi sistem informasi bagi
organisasi :
1.
Pemangkasan
Hirarki
Negatif :
Hirarki organisasi menjadi lebih minim, artinya jalur komunikasi antara
manajemen tingkat atas dengan manajemen tingkat bawah akan menjadi lebih
pendek. Dalam hal ini dengan mengurangi middle
management. Dengan adanya informasi, karyawan tingkat rendah dapat
mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tersaji tanpa mengevaluasi
terlebih dahulu.
Positif
: Komunikasi antara pimpinan
dan bawahan akan lebih mudah, sehingga kepercayaan antara pimpinan dan bawahan
akan tercapai. Distribusi informasi memberdayakan karyawan tingkat rendah dalam
pengambilan keputusan, sehingga dapat meningkatkan efisiensi manajemen dalam
hal sumber daya manusia.
2.
Mengurangi
Pengawasan
Negatif
:
Mendorong hak pengambilan keputusan yang lebih rendah dalam organisasi karena
karyawan tingkat bawah menerima informasi yang mereka butuhkan untuk membuat
keputusan tanpa pengawasan.
Positif : Pemberian tugas secara
langsung kepada bawahan dapat melatih sisi keterampilan dan mentalnya untuk
dapat merumuskan masalah secara sederhana dan sistematis.
3.
Komunikasi
Non-Fisik
Negatif
:
Komunikasi non-fisik dapat mengurangi hubugan baik dengan pihak lain dan
terkadang menjadikan pemicu kesalah pahaman informasi.
Positif
: Jika
pertemuan terhambat jarak, dengan komunikasi non fisik, maka keperluan
keputusan yang penting dan bersifat mendesak, dapat segera di lakukan dan dapat
meningkatkan efisiensi biaya dalam hal biaya transportasi.
4.
Akomodasi
Terhadap Perubahan
Negatif
:
Perubahan terkadang tidak di imbangi oleh kemampuan individu untuk beradaptasi
dengan cepat.
Positif : Mudahnya
pengakomodasian perubahan ini juga akan berimbas terhadap perilaku kinerja
perusahaan pada setiap diri karyawan. Dimana seluruh pihak yang terlibat dalam
perusahaan akan lebih reaktif dan proaktif dalam menghadapi perubahan.
MODEL
RANTAI NILAI GUNA MEMBANTU AKTIVITAS BISNIS DALAM MENGIDENTIFIKASI PELUANG
UNTUK APLIKASI SISTEM INFORMASI STRATEGIS
1.
Mendefinisikan
dan menggambarkan model rantai nilai
Rantai nilai
adalah rangkaian kegiatan operasi perusahaan dalam industri yang spesifik.
Rantai nilai
mengkategorikan aktivitas umum nilai tambah dari sebuah organisasi. Kegiatan
utama mencakup logistik masuk, operasi (produksi), logistik keluar, pemasaran,
dan penjualan (permintaan), dan jasa (pemeliharaan). Kegiatan dukungan meliputi
: manajemen infrastruktur, manajemen sumber daya manusia, teknologi (R&D)
dan pengadaan.
2.
Menjelaskan
bagaimana model rantai nilai dapat digunakan untuk mengidentifikasi peluang
untuk sistem informasi
Rantai nilai
kegiatan menyoroti model tertentu dalam bisnis di mana strategi kompetitif
terbaik dapat diterapkan dan di mana sistem informasi yang paling mungkin
memiliki dampak strategis. Model ini mengidentifikasi spesifik, titik leverage
yang kritis di mana perusahaan dapat menggunakan teknologi informasi yang
paling efektif untuk meningkatkan posisi kompetitif. model rantai nilai
memandang perusahaan sebagai rangkaian atau rantai kegiatan dasar yang
menambahkan margin nilai produk perusahaan atau jasa.
3.
Mendefinisikan
web value dan menunjukkan
bagaimana hal itu berkaitan dengan rantai nilai
Value web adalah
kumpulan perusahaan independen yang menggunakan teknologi informasi untuk
mengkoordinasikan rantai nilai mereka untuk menghasilkan suatu produk atau jasa
untuk pasar secara kolektif.
Kaitan antara
web value dengan rantai nilai adalah seperti yang telah kita ketahui yang bahwa
rantai nilai adalah serangkaian kegiatan dalam suatu organisasi, supaya rantai
nilai ini berjalan dengan baik maka dibutuhkan web value atau menggunakan
teknologi informasi yang bisa mendukung jalannya rantai nilai. Sehingga
kegiatan operasional dari suatu organisasi dapat berjalan secara efektif dan
efesian.
4.
Menjelaskan
bagaimana web nilai membantu peluang bisnis identifiy untuk sistem informasi
strategis.
Value web dapat
membantu mengidentifikasi peluang bisnis untuk sistem informasi strategis
karena value web adalah sutu tempat di mana perusahaan dapat membrowsing
data/informasi.
5.
Menggambarkan
bagaimana internet telah mengubah kekuatan kompetitif dan keunggulan kompetitif.
Dengan adanya
kekuatan internet, persaingan bisnis saat ini menjadi semakin kompetitif.
Teknologi internet dapat digunakan oleh perusahaan mana pun, yang memudahkan
dalam bersaing pada harga dan juga untuk memasuki pasar, terutama bagi pesaing
baru. Internet juga dapat meningkatkan kekuatan menawar dari pelanggan yang
dapat dengan cepat menemukan penyedia berbiaya terendah pada Web.
BAGAIMANA SISTEM INFORMASI MEMBANTU BISNIS UNTUK MENCAPAI KEUNGGULAN
KOMPETITIF?
Seiring dengan perusahaan memenuhi kebutuhan produk dan jasa para
pelanggannya, perusahaan tersebut akan berusaha untuk mendapatkan keunggulan di
atas para pesaingnya. Satu hal yang tidak selalu
terlihat jelas adalah adanya fakta bahwa sebuah perusahaan juga akan dapat mencapai keunggulan kompetitif
melalui sumber daya virtualnya. Di dalam
sistem informasi, keunggulan kompetitif (competitive
advantage) mengacu pada penggunaan informasi untuk mendapatkan pengungkitan (leverage) di dalam pasar.
Keunggulan kompetitif dapat
direalisasikan dalam hal mendapatkan keunggulan strategis, taktis, maupun
operasional. Tiga tingkat keunggulan kompetitif tersebut akan bekerja
bersama-sama. Sistem informasi yang terpengaruh oleh ketiga tingkat ini akan
memiliki kemungkinan terbaik untuk meningkatkan kinerja sebuah perusahaan secara
substansial.
1.
Keunggulan
Strategis (strategic advantage)
Pada tingkat
manajerial yang tertinggi tingkat perencanaan strategis sistem informasi dapat
digunakan untuk mengubah arah sebuah perusahaan dan memiliki dampak fundamental dalam bentuk operasi perusahaan yang dapat
digunakan untuk mendapatkan keunggulan
strategisnya.
Sebagai contoh,
sebuah perusahaan dapat memutuskan untuk mengubah seluruh datanya menjadi basis
data dengan alat penghubung standar (seperti alat penghubung browser web) untuk memungkinan berbagi
dengan rekan-rekan bisnis dan pelanggannya. Basis data yang
terstandardisasi dan dapat diakses melalui browser
web mencerminkan pergeseran posisi perusahaan secara strategis.
Strategi ini
menyebabkan operasi perusahaan akan dipengaruhi oleh beberapa cara secara
fundamental, yaitu :
a. Akses
yang ada saat ini bisa jadi dilakukan melalui piranti lunak komputer
buatan perusahaan sendiri, sehingga perubahan tersebut akan menyebabkan
perusahaan harus mempertimbangkan untuk membeli piranti lunak pelaporan standar
dari vendor luar atau
mempekerjakan perusahaan luar untuk merancang dan mengembangkan suatu sistem
pelaporan baru. Mobilitas akses laporan juga akan ikut terpengaruh, karena para pengguna tidak lagi membutuhkan akses
langsung ke sumber daya komputer perusahaan. Setiap sambungan ke internet akan
memungkinkan pengguna menggunakan sebuah browser web
untuk mengakses laporan dari hampir seluruh tempat di manapun di dunia ini.
b. Para pemasok dan
pelanggan potensial
di manapun di seluruh dunia akan memiliki potensi akses atas tingkat persediaan
bahan baku dan barang jadi perusahaan, sehingga akan mempercepat
transaksi pembelian dan penjualan perusahaan.
c. Keamanan
juga tidak dapat diabaikan dalam contoh terjadinya perubahan sistem informasi
secara strategis ini. Dengan semakin besarnya keuntungan yang terkait dengan
akses web
kepada informasi perusahaan maka tingkat bahayanya pun akan semakin besar pula.
Tingkat strategis akan
menentukan arah dan tujuan perusahaan, namun tetap masih terdapat kebutuhan
akan suatu rencana yang dapat mencapai suatu strategi yang menyadari arti
penting dari keamanan.
2.
Keunggulan Taktis (tactical advantage)
Pada
tingkat manajemen menengah, manajer dapat
memberikan spesifikasi mengenai bagaimana rencana strategis akan
diimplementasikan, sehingga menciptakan suatu keunggulan taktis.
Sebuah perusahaan
mendapatkan keunggulan taktis (tactical
advantage) ketika perusahaan tersebut mengimplementasikan strategi dengan
cara yang lebih baik dari para pesaingnya. Sebagai contoh, layanan pelanggan dapat
ditingkatkan dengan menawarkan
kepada pelanggan akses langsung ke informasi. Semua perusahaan ingin memuaskan
pelanggan, karena kepuasan pelanggan akan menghasilkan pengulangan pembelian.
Perusahaan mendapatkan
keunggulan taktis dalam beberapa hal, yaitu :
a.
Pelanggan
melihat potongan harga sebagai alasan untuk terus membeli produk dari
perusahaan. Potongan
itu sendiri merupakan insentif bagi pelanggan, namun juga dapat
memberikan keuntungan ekonomis bagi perusahaan.
b.
Sistem
informasi dapat menyarankan produk mana yang mungkin ingin dibeli oleh
pelanggan. Perusahaan
tidak hanya akan mendorong kesetiaan pelanggan, namun juga dapat
meningkatkan keuntungan dari penjualan.
3.
Keunggulan Operational (operational
advantage)
Pada tingkat
manajemen operasional (lebih rendah), manajer dapat menggunakan teknologi
informasi dalam berbagai pengumpulan data dan penciptaan informasi yang
akan memastikan efisiensi operasi, sehingga mencapai keunggulan operasional. Disinilah
sistem informasi akan berinteraksi secara langsung dengan proses.
Suatu situs web yang “mengingat” pelanggan dan kegemaran mereka dari
transaksi-transaksi masa lalu akan mencerminkan suatu keunggulan operasional. Browser
sering memiliki cookies file-file kecil berisi informasi yang
terdapat di dalam komputer pengguna, yang dapat menyimpan nomor akun, kata
sandi, dan informasi lain yang berhubungan dengan transaksi pengguna. Ini
merupakan kemudahan yang berharga bagi pelanggan, bahwa para pelanggan yang
menggunakan web untuk menempatkan pembelian mereka akan menghemat beban
perusahaan membayar seorang juru tulis untuk memasukkan data, tetapi ini
hanyalah keuntungan yang bersifat minor saja.
Data yang
dimasukkan oleh pengguna kemungkinan besar akan lebih akurat. Karena data tidak
dikomunikasikan secara lisan kepada orang lain, maka tidak akan terjadi
kesalahpahaman di dalam komunikasi. Ketika informasi (nama, alamat, dan
seterusnya) dapat diambil dari catatan sebelumnya, data tersebut bahkan akan
memiliki atas data yang dimasukkan oleh pengguna. Jika data tidak akurat,
pengguna tidak akan menyalahkan perusahaan. Karena berbagai alasan
operasional, akses web ke sistem informasi perusahaan akan dapat meningkatkan
hubungan dengan pelanggan.
TANTANGAN YANG DITIMBULKAN OLEH SISTEM INFORMASI STRATEGIS
1.
Tantangan investasi sistem informasi
Pentingnya sistem informasi sebagai investasi yang memproduksi nilai bagi
perusahaan. Ditunjukkan pula bahwa tidak semua perusahaan menyadari nilai yang
kembali (good return) dari investasi sistem informasi tersebut. Ternyata salah
satu tantangan yang paling besar yang dihadapi manajer masa kini adalah jaminan
bahwa perusahaan mereka benar-benar mendapatkan good return dari biaya yang
mereka keluarkan untuk sistem informasi.
2.
Tantangan stratejik bisnis
ü Selain investasi TI yang berat, banyak organisasi tidak menyadari nilai
bisnis yang penting dari sistem mereka, karena mereka kurang atau gagal untuk
menghargai aset komplemen yang diperlukan agar dapat menggunakan aset teknologi
mereka untuk bekerja.
ü Kekuatan dari komputer hardware dan software tumbuh lebih cepat dari
kemampuan organisasi untuk mengaplikasikan dan menggunakan teknologi.
ü Untuk mendapatkan keuntungan sepenuhnya dari TI, menyadarai produktivitas
yang asli, dan agar berdaya saing serta efektif, maka organisasi perlu
melakukan desain ulang. Merekan harus membuat perubahan fundamental dan
perilaku pengelolaan (manajer), membangun model bisnis, menghilangkangkan
peraturan krja yang kadaluwarsa, mengeliminasi proses bisnis dan struktur
organisasi yang modelnya tidak efisien.
3. Tantangan
globalisasi
Pertumbuhan yang cepat dalam perdagangan internasional dan timbulnya
ekonomi global memerlukan sistem informasi yang mendukung produksi dan menjual
produk di berbagai negara yang berbeda.
Untuk membangun sistem informasi yang multinasional dan terintegrasi, maka
bisnis harus membangun standar global hardware, software dan komunikasi,
menciptakan akuntansi dan struktur laporan yang antar budaya serta mendesain
proses bisnis transnasional.
4.
Tantangan infrastruktur teknologi informasi
Banyak perusahaan yang dibebani dengan program TI yang mahal, sistem
informasi yang kompleks dan rapuh, serta tindakan mereka yang merupakan
hambatan bagi strategi dan pelaksanaan bisnisnya.
Untuk membangun infrastruktur TI baru merupakan tugas berat yang khusus,
banyak perusahaan yang berjuang mengintegrasikan pulau teknologi dan sistem
informasi mereka.
5.
Tantangan tanggungjawab dan pengawasan: etika dan pengawasan.
Meskipun sistem informasi memberikan keuntungan dan efisiensi yang besar,
mereka juga menciptakan masalah dan tantangan sosial dan etis
baru, seperti ancaman ke individual privacy dan hak kepemilikan intelektual,
masalah kesehatan yang berhubungan dengan komputer, kejahatan komputer dan
eliminasi pekerjaan.
Tantangan besar dari pengelolaan (manajer) adalah membuat keputusan
terinformasi yang sensitif sampai ke konsekuensi negatif dari sistem informasi
sampai ke yang negatif.
DAFTAR
PUSTAKA
2http://www.academia.edu/5256067/SISTEM_INFORMASI_UNTUK_KEUNGGULAN_KOMPETITIF
Tidak ada komentar:
Posting Komentar