Di era globalisasi
ini, sistem informasi memiliki
peran yang sangat penting dalam sebuah organisasi. Sistem informasi memiliki
peran dalam menunjang kegiatan bisnis operasional, menunjang manajemen dalam
pengambilan keputusan, dan menunjang keunggulan strategi kompetetif organisasi.
Berikut pengertian dari sistem
informasi :
Sistem
adalah kumpulan dari sub-sub sistem atau elemen-elemen yang saling berkerjasama dan berinteraksi
untuk mencapai tujuan
organisasi (informasi/target/goal) (Hapzi Ali, 2011).
Informasi adalah adalah hasil dari pemrosesan data (data processing) menjadi suatu bentuk yang
penting bagi pemakai (user/end user) dan mempunyai nilai (value) serta bermanfaat dalam pengambilan keputusan (Decision Making) (Hapzi Ali, 2011)
Maka dapat disimpulkan :
Sistem informasi adalah kumpulan elemen-elemen yang saling bekerjasama dan berinteraksi
kemudian diproses menjadi suatu bentuk yang penting bagi pemakai dan mempunyai
nilai serta manfaat dalam pengambilan keputusan.
Berikut adalah beberapa sistem
dalam kegiatan bisnis dan contohnya :
1. Sistem Informasi Manajemen
Jenis
sistem informasi pertama adalah sistem informasi manajeman. Sesuai dengan
namanya, sistem informasi manajemen merupakan salah satu pengimplementasian
dari sistem informasi yang digunakan pada sasaran kalangan manajerial. Kalangan
manjerial merupakan setiap individu yang memiliki posisi di dalam sebuah
organisasi dan lingkup pekerjaan yang bertugas untuk melakukan manajemen pada
suatu divisi atau bagian di dalam organisasi dan juga perusahaan.
Level
manajerial biasanya ditandari dengan jabatan manajer, pimpinan, ataupun ketua
pelaksana.
Contoh penggunaan
sistem informasi manajemen :
Dengan
fungsinya sebagai individu yang dapat mengatur dan memanage bawahan dan anak
buah, maka sistem informasi manajemen ini sangat penting sekali untuk para
level management.
Maka sistem yang dapat digunakan adalah sistem yang dapat
membantu :
-
Melakukan monitoring terhadap kinerja anak buah
-
Memberikan penilaian langsung terhadap kinerja anak buah
-
Memberikan laporan dan juga hasil pekerjaan dari anak buah atau
bawahan
- Fungsi pengawasan dan juga pemindahtugasan bagi bawahan dan
juga anak buah
- Memberikan masukan kepada dewan direksi terhadap promosi
jabatan dari anak buah
- Melihat kelebihan dan juga kekurangan yang dimiliki oleh
anak buah
- Untuk komunikasi antar level manajerial untuk kepentingan organisasi dan juga perusahaan.
-
Mempercepat proses pengambilan keputusan oleh pihak manajemen
dalam mengatasi suatu permasalahan
-
Menganalisa suatu masalah dan juga problem yang muncul pada
suatu organisasi
-
Efisiensi manajerial di dalam sebuah organisasi atau
perusahaan
-
Fungsi operasional dari manajemen dalam melakukan tugasnya di
sebuah perusahaan atau organisasi
Dengan
adanya sistem informasi manajemen, maka hal ini akan sangat memudahkan para pegawai
yang berada pada level manajerial untuk lebih bisa bekerja secara efisien dan
tepat waktu, serta mempermudah pengambilan keputusan, serta pengawasan terhadap
bawahannya.
2. Sistem Informasi Eksekutif
Jenis
sistem informasi yang kedua adalah sistem informasi eksekutif. Sistem informasi
eksekutif berarti merupakan sebuah sistem informasi yang dikembangkan dan juga
diimplementasikan untuk memberikan kemudahan arus informasi suatu organisasi
atau perusahaan kepada mereka yang berada pada level eksekutif.
Siapa
saja yang termasuk di dalam level eksekutif? mereka yang termasuk ke dalam level
eksekutif dari sebuah perusahaan atau organisasi adalah mereka yang memiliki hak penuh atas organisasi
ataupun perusahaan, bisa jadi pemegang tunggal perusahaan dan juga pemegang
saham organiasasi atau perusahaan.
Contoh penggunaan
sistem informasi eksekutif :
Sistem
informasi eksekutif sangat penting untuk diimplementasikan, karena dapat membantu
memudahkan para level eksekutif untuk dapat memantau langsung perusahaan atau
organisasi yang mereka bawahi.
Maka sistem yang dapat digunakan adalah sistem yang dapat
membantu monitoring :
-
Kegiatan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan atau
organisasi dalam jangka waktu tertentu
-
Kinerja dari level manajerial, atau jabatan yang langsung
berada di bawah level eksekutif
-
Kondisi kestabilan keuangan dan juga finansial dari sebuah
perusahaan ataupun organisasi
-
Lingkungan kerja dan juga budaya organisasi yang timbul pada
perusahaan atau organisasi tersebut
-
Nilai perusahaan atau organisasi di dalam bursa saham
Dengan adanya sistem informasi eksekutif yang baik, maka
seluruh level ekskutif dapat membantu mensejahterakan dan juga mengembangkan
perusahaan atau organisasi yang mereka miliki menjadi lebih baik lagi.
3. Sistem Informasi Akuntansi
Sistem
informasi akuntansi atau SIA merupakan salah satu pengimplementasian dari
sistem informasi manajemen, yang berhubungan dengan kegiatan akuntansi dan juga
penghitungan dari sebuah perusahaan ataupun organisasi. Seperti kita ketahui,
akuntansi merupakan proses yang dilakukan untuk melihat kondisi kesehatan
keuangan dan finansial, serta bagaimana suatu sistem keuangan di dalam sebuah
perusahaan atau organisasi dapat berjalan.
Contoh penggunaan
sistem informasi akuntansi :
Sistem
informasi akuntasi sangat membantu para akuntan, terutama pada periode tutup
buku di akhir tahun, karena dengan adanya sistem informasi akuntasi, semua
transaksi selama setahun akan tersimpan ke dalam sistem.
Maka sistem yang dapat digunakan adalah sistem yang dapat
membantu :
-
Proses audit dari
kondisi keuangan perusahaan
-
Menampilkan data-data
pembelanjaan, pembelian, dan segala bentuk keuangan yang dilakukan dan dilalui
oleh sebuah perusahaan
-
Proses
penghitungan akuntansi keuangan
-
Mengevaluasi keuntungan dan juga
kerugian dari sebuah perusahaan
-
Dalam penyajian
laporan keuangan dari sebuah
perusahaan atau organisasi
-
Dalam proses
pengambilan keputusan perusahaan, terutama pada level akuntansi keuangan
perusahaan
-
Proses
transaksi keuangan dan akuntansi rutin dari sebuah perusahaan
Dengan adanya sistem informasi akuntansi yang baik dapat memudahkan
akuntan dalam
melakukan proses akuntansi menjadi lebih cepat, efisien dan juga lebih optimal.
4. Sistem Informasi Keuangan
Sistem
informasi keuangan terkadang merupakan salah satu implementasi dari sistem
informasi yang berada di bawah naungan manajamen, namun terkadang sistem
informasi keuangan juga bisa merupakan sistem informasi yang berdiri sendiri.
Ada beberapa perusahaan yang melibatkan pihak manajemen dalam membantu proses
pengaturan keuangan perusahaan, dan ada yang tidak. Sehingga hal ini tergantung
dari budaya organisasi dari perusahaan tersebut.
Namun
demikian, sistem informasi keuangan sendiri merupakan suatu implementasi dari
sebuah sistem informasi yang berisi segala data transaksi keuangan dari sebuah
perusahaan, yang nantinya bisa terintegrasi pula dengan sistem informasi
akuntansi.
Contoh penggunaan
sistem informasi keuangan :
Sistem informasi keuangan yang dapat di implementasikan
adalah sistem informasi yang :
-
Membantu
mencatat segala bentuk transaksi
yang dilakukan oleh suatu perusahaan atau organisasi dalam jangka waktu
tertentu, misalnya pada periode satu tahun
-
Dapat diintegrasikan
dengan sistem informasi akuntansi, untuk membantu mempermudah para akuntan
dalam melakukan penghitungan mengenai neraca keuangan suatu perusahaan
-
Membantu mempermudah
pekerjaan auditor dalam menganalisa keuangan suatu perusahaan
-
Mempercepat proses
pencatatan dan juga pemanggilan kembali informasi mengenai transasksi jual beli
yang sudah pernah dilakukan
-
Membantu penghitungan
pajak dari suatu perusahaan
-
Dapat membantu monitoring
pinjaman karyawan
-
Dapat memonitoring potongan gaji dan juga
pemberian bonus dan tunjangan karyawan
-
Dapat terintegrasi
dengan sistem informasi sumber daya manusia, terutama dalam hal payroll, yang
menyangkut pemberian gaji dan juga tunjangan karyawan
Dengan adanya sistem informasi keuangan ini,
maka setiap detail transaksi keuangan dari sebuah
perusahaan atau organisasi tidak akan terlewat, sehingga sangat memudahkan
setiap
bagian
perusahaan yang sistem informasinya terintegrasi dengan sistem informasi
keuangan untuk melakukan analisis.
5. Sistem Informasi Manufaktur
Bagi
perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dan juga produksi, terutama
produksi barang, maka sistem informasi manufaktur merupakan salah satu jenis
sistem informasi yang wajib dimilki. Sistem informasi manufaktur kebanyakan
digunakan dan juga diimplementasikan pada bagian produksi suatu perusahaan,
yang bergerak di bidang produksi.
Contoh penggunaan
sistem informasi manufaktur :
Sistem informasi manufaktur yang dapat di implementasikan
adalah sistem informasi yang dapat membantu dalam :
-
Mencatat total produksi
yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan
-
Mencatat barang-barang
produksi yang tidak lolos dari quality control
-
Mencatat hasil produk
yang berhasil dilempar ke pasaran
-
Mencatat produk yang
berhasil diekspor ke mancanegara
-
Mencatat biaya produksi
yang harus dikeluarkan untuk setiap sesi produksi
-
Melakukan analisa
terhadap kebutuhan bahan pokok dan sumber daya manusia di dalam proses produksi
-
Memberikan informasi
mengenai kegiatan proses produksi yang sedang berlangsung
-
Menganalisa produk-produk apa saja
yang harus dikembangkan, dihentikan ataupun
diperbanyak produksinya
-
Analisa
kelebihan dan kekurangan dari sebuah produk hasil produksi perusahaan tersebut
-
Memberikan informasi
kepada bagian RnD (Research and Development) dalam membantu mengembangkan produk – produk baru
yang harus diproduksi
Sistem informasi manufaktur
ini dapat terintegrasi dengan sistem informasi keuangan dan juga sistem
informasi sumberdaya manusia atau SDM, karena di dalam implementasinya, banyak
fungsi dari sistem informasi manufaktur ini sangat sangat penting bagi SDM dan
juga keuangan.
6. Sistem Informasi Sumber Daya Manusia
Jenis
sistem informasi yang berikutnya adalah sistem informasi sumber daya manusia (SDM). Sesuai dengan namanya,
biasanya sistem informasi ini berhubungan dengan bagian personalia dari suatu
perusahaan dan juga organisasi.
Contoh penggunaan
sistem informasi sumber daya manusia :
Sistem informasi sumber daya manusia yang dapat di
implementasikan adalah sistem informasi yang dapat :
-
Membantu bagian
personalia dalam melakukan analisis mengenai gaji pokok dari seorang karyawan
-
Memberikan informasi
mengenai kinerja yang dimiliki oleh setiap karyawan
-
Membantu bagian
personalia dalam menganalisis bonus, potongan gaji, serta pemutasian dan
kenaikan jabatan dari karyawan
-
Melakukan update data
dari seluruh karyawan yang dimilkik oleh perusahaan tersebut
-
Sebagai acuan data
dalam melakukan proses rekrutmen karyawan baru.
7. Sistem Informasi Pemasaran
Jenis
sistem informasi berikutnya yang banyak diimplementasikan adalah jenis sistem
informasi pemasaran. Jenis sistem informasi ini sangat penting terutama bagi
bagian pemasaran suatu perusahaan.
Contoh penggunaan
sistem informasi pemasaran :
Sistem
informasi pemasaran akan membantu mencatat dan juga memberikan informasi penting
mengenai penjualan yang telah dilakukan oleh sebuah perusahaan. Yang meliputi:
-
Jumlah produk yang
sudah terjual
-
Produk yang laris dan
banyak dipesan
-
Produk yang jarang
diminati oleh pasar
-
Metode pemasaran yang
tepat untuk menjual dan memasarkan suatu produk
-
Respon pasar terhadap
produk yang diluncurkan
Sistem informasi pemasaran ini pada dasarnya dapat
membantu usernya untuk melakukan analisa terhadap pasar (analisis pasar) dan embantu bagian riset
dan pengembangan untuk menganalisa produk-produk dari perusahaan tersebut
Itulah
beberapa contoh dari jenis sistem informasi yang banyak digunakan dalam kegiatan bisnis saat
ini. Di dalam perusahaan, keseluruhan dari jenis sistem informasi tersebut
dapat terintegrasi satu sama lain, menjadi satu sistem informasi yang utuh,
yaitu sistem informasi perusahaan, dimana setiap alur informasi yang ada akan
saling terhubung satu sama lain, sehingga setiap user yang berwenang dapat
mempelajari dan melihat informasi yang sudah tersimpan di dalam database atau
basis data perusahaan.
SISTEM INFORMASI YANG DIPERLUKAN SEHINGGA EFEKTIF DAN EFISIEN DALAM PROSES
PENGENDALIAN INTERNAL DALAM RANGKA MENJAWAB PERSAINGAN BISNIS YANG SEMAKIN
KOMPETITIF :
Pengertian :
Sistem informasi adalah kumpulan elemen-elemen yang saling bekerjasama dan berinteraksi
kemudian diproses menjadi suatu bentuk yang penting bagi pemakai dan mempunyai
nilai serta manfaat dalam pengambilan keputusan.
Pengendalian internal
adalah suatu proses, yang dipengaruhi oleh sumber
daya manusia dan
sistem teknologi
informasi, yang dirancang untuk
membantu organisasi mencapai suatu tujuan atau objektif tertentu (Wikipedia).
Sistem informasi yang dapat digunakan
dalam proses pengendalian Internal adalah sebagai berikut :
1. Sistem Informasi Untuk
Pengendalian Manajemen.
Informasi
pengendalian manajemen diperlukan untuk mengukur pekerjaan,
memutuskan tindakan pengendalian, merumuskan aturan keputusan baru untuk diterapkan personalia operasional, dana mengalokasi sumber daya.
Contoh
pengendalian manajemen adalah :
Pengendalian administratif dan pengendalian akuntansi
Pengendalian
akuntansi (accounting control) adalah
suatu pengendalian yang termasuk dalam unsur pengendalian internal yang
meliputi rencana, prosedur dan pencatatan untuk mencegah terjadinya inefisiensi.
Pengendalian ini menjamin bahwa semua transaksi dilaksanakan sesuai otorisasi
manajemen. Transaksi dicatat sesuai dengan Standar Akuntansi. Misalkan dengan adanya
pemisahan fungsi dan tanggung jawab antar unit organisasi. Pengendalian
akuntansi mencakup semua aspek dari transaksi-transaksi
keuangan seperti misalnya pembayaran kas, penerimaan kas, arus dana,
investasi yang bijaksana dan pengamanan dana dari penggunaan yang tidak sah.
Tujuan dari pengendalian akuntansi adalah :
-
Menjaga keamanan harta kekayaan milik perusahaan.
-
Memeriksa ketepatan dan kebenaran data akuntansi.
Pengendalian
akuntansi perlu dirancang sedemikian rupa, sehingga memberikan jaminan yang
cukup beralasan atau meyakinkan terhadap:
-
Transaksi-transaksi dilaksanakan sesuai dengan wewenang
manajemen, baik yang sifatnya umum maupun yang sifatnya khusus
-
Transaksi-transaksi perlu dicatat untuk :
ü Penyusunan
laporan keuangan
ü Menjaga
pertanggungjawaban atas kekayaan
ü Pemakaian harta
kekayaan perusahaan hanya diijinkan bila ada wewenang dari manajemen
- Bahwa harta
kekayaan perusahaan menurut catatan sama besarnya dengan kekayaan riil
Bentuk-bentuk
Pengendalian Akuntansi
a. Pengendalian Umum
Pengendalian
umum adalah suatu pengendalian terhadap semua aktivitas pemrosesan data dengan
komputer, hal ini meliputi pemisahan tanggung jawab dan fungsi pengolahan data.
Pengendalian
umum merupakan standart dan panduan yang digunakan oleh karyawan untuk
melakukan fungsinya. Unsur pengendalian umum ini meliputi: Organisasi, prosedur
dan standar untuk perubahan program, pengembangan sistem dan pengoperasian
fasilitas pengolahan data.
Yang termasuk dalam pengendalian umum diantaranya :
- Pengendalian
organisasi dan operasi
- Pengendalian
dalam pengembangan sistem
- Pengendalian
atas Dokumentasi
- Pengendalian
perangkat keras, perangkat lunak sistem operasi dan perangkat lunak sistem
lainnya
- Pengendalian
penggunaan komputer, fasilitas dan datanya
b. Pengendalian Aplikasi
Pengendalian
aplikasi adalah suatu pengendalian yang mencakup semua, pengawasan transaksi
dan penggunaan program- program aplikasi dikomputer. Untuk menjaga agar setiap
transaksi mendapat otorisasi serta dicatat, diklasifikasikan, diproses, dan
dilaporkan dengan benar.
Tujuan dari
pengendalian aplikasi adalah untuk mencegah atau mendeteksi adanya
penyelewengan akan aplikasi program yang diterapkan pada sistem perusahaan.
Pengendalian administrasi
(administrative control) adalah suatu pengendalian yang meliputi
rencana, prosedur dan pencatatan yang mendorong efisiensi dan ditaatinya
kebijakan manajemen yang ditetapkan.
Pengendalian
administrasi dibuat untuk mendorong dilakukannya efisiensi dan mendorong
dipatuhinya kebijakkan manajemen (dikerjakan setelah adanya pengendalian
akuntansi). Pengendalian administratif mendukung pengendalian akuntansi yang
berorientasi pada manajemen.
Contoh :
pemeriksaan laporan untuk mencari penyimpangan yang ada, untuk kemudian diambil
tindakan.
Yang termasuk
dalam pengendalian administratif, yaitu:
a. Pengendalian perencanaan, yang terdiri dari
anggaran penjualan (sales budget), perencanaan induk (master plan), perennaan
jaga-jaga (contingency plan), peramalan arus kas (cash flow forecast) dan
pengendalian perediaan (inventory control)
b. Pengendalian personil, yang terdiri dari
recruitment, pelatihan, evaluasi
pekerjaan, administrasi gaji, promosi dan transfer
c. Pengendalian standar operasi, yang
terdiri dari standar yang harus dikerjakan dan system untuk melaporkan
penyimpangan
Pengendalian administratif memiliki
tujuan utama:
-
Meningkatkan efisiensi operasi kegiatan
-
Mendorong ditaatinya kebijaksanaan-kebijaksanaan
perusahaan
Bentuk-bentuk Pengendalian Administrasi
:
a. Pengendalian umpan balik
Pengendalian
umpan balik adalah suatu proses mengukur keluaran (output) dari sistem yang
membandingkan dengan suatu terstandar tertentu. Bilamana terjadi
perbedaan-perbedaan atau penyimpangan maka akan dikoreksi untuk memperbaiki
masukan (input) sistem selanjutnya. Pada sistem ini keluaran (output) tidak
ikut andil dalam aksi pengendalian. Di sini kinerja kontroler tidak bisa
dipengaruhi oleh input atau masukan referensi.
b. Pengendalian umpan maju
Pengendalian umpan maju atau disebut juga dengan istilah umpan balik
positif adalah mendorong proses dari sistem supaya menghasilkan hasil balik
yang positif. Sistem pengendalian umpan maju merupakan perkembangan dari sistem
umpan balik. Supaya suatu keluaran (output) dapat menghasilkan umpan balik yang
positif maka
pengendalian
tidak boleh diukur dari keluarannya tetapi diukur dan dikendalikan dari
prosesnya. Dan selama proses terjadi didalam sistem maka selalu dilakukan
pengamatan dan cepat-cepat diatasi bila mulai terjadi penyimpangan, sebelum
terlanjur fatal pada keluarannya. Pengendalian jenis ini adalah suatu sistem
pengaturan dimana sistem keluaran pengendalian ikut andil dalam aksi kendali.
2. Sistem Informasi Untuk
Pengendalian Operasional.
Pengendalian
operasional adalah proses pemantapan agar kegiatan operasional dilaksanakan
secara efektif dan efisien. Pengendalian
operasional menggunakan prosedur dan aturan keputusan yang sudah ditentukan
lebih dahulu. Sebagian besar keputusan bisa diprogramkan.
Sistem
pengendalian operasional merupakan pedoman untuk melakukan evaluasi tujuan-tujuan
jangka pendek, umumnya jangka waktu satu bulan hingga satu tahun. Terdapat tiga
sistem untuk pengendalian operasional yaitu :
-
Anggaran (budget)
-
Jadwal (schedule)
-
Faktor penentu keberhasilan (key success factors)
Contoh sistem informasi untuk pengendalian operasional dapat dijabarkan sebagai berikut :
Kemampuan, keterbatasan, dan kebijakan
produksi/operasional dapat mendorong atau menghambat pencapaian tujuan secara signifikan. Proses produksi biasanya
bernilai 70 % dari total asset
perusahaan. Bagian utama dari proses pelaksanaan strategi terjadi dilokasi
produksi. Keputusan-keputusan yang
terkait dengan produksi mengenai besarnya pabrik, letak pabrik, desain produk, pilihan peralatan, jenis alat-alat,
ontrol persediaan dan lain-lain. Dalam
pengendalian operasional perusahaan-perusahaan berteknoligi tinggi, biaya
produksi mungkin tidak sepenting
fleksibilitas produksi karena sering dibutuhkan perubahan produk yang besar.
Dan mereka harus mengandalkan system pengendalian operasional yang cukup
fleksibel agar terjadi perubahan berkali-kali
dan pengenalan produk baru dengan cepat.
Sebuah
artikel di Harvard Business Review menjelaskan mengapa beberapa
organisasi mengalami kesulitan : Mereka terlalu
lambat menyadari bahwa perubahan dalam strategi produk mengubah tugas-tugas system produksi. Tugas-tugas tersebut, yang
dinyatakan dalam hal kebutuhan biaya, fleksibilitas
produk, fleksibilitas volume, kinerja produkndan konsistensi produk, menentukan
kebijakan manufaktur mana yang paling sesuai.
DAFTAR PUSTAKA
1. Hapzi Ali, 2017, Modul
perkuliahan sistem informasi dalam kegiatan bisnis saat ini.
3. http://indahjewel.blogspot.co.id/2012/09/sistem-pengendalian-internal-spi.html)
|
Senin, 13 Maret 2017
SI-PI, Ririh Sayekti, Hapzi Ali, Sistem Informasi Dalam Kegiatan Bisnis dan Pengendalian Internal, Universitas Mercu Buana, 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar