Hubungan atau pengaruh sistem informasi pada suatu perusahaan terhadap pengendalian
internal dalam upaya mewujudkan Good Corporate Governance (GCG)
Sistem
informasi adalah kumpulan
elemen-elemen yang saling bekerjasama dan berinteraksi kemudian diproses
menjadi suatu bentuk yang penting bagi pemakai dan mempunyai nilai serta
manfaat dalam pengambilan keputusan.
Pengendalian
internal adalah suatu proses,
yang dipengaruhi oleh sumber daya manusia dan sistem teknologi informasi, yang dirancang untuk
membantu organisasi mencapai suatu tujuan atau objektif tertentu (Wikipedia).
Corporate governance adalah suatu sistem yang dibangun untuk mengarahkan dan mengendalikan
perusahaan sehingga tercipta tata hubungan yang baik, adil dan transparan di
antara berbagai pihak yang terkait dan memiliki kepentingan (stakeholder)
dalam perusahaan.
Pihak-pihak terkait yang
dimaksud dalam pengertian corporate
governance di atas adalah pihak internal yang bertugas mengelola perusahaan
dan pihak eksternal yang meliputi pemegang saham, kreditur dan lain-lain.
Idealnya pihak internal yang
mungkin terdiri dari direktur, para pekerja dan manajemen akan menerima gaji
dan imbalan lainnya dalam jumlah yang wajar; sementara para pemegang saham
seharusnya menerima pengembalian (return)
atas modal yang mereka investasikan. Kreditur akan memperoleh pelunasan atas
pinjaman yang mereka berikan beserta bunganya; begitu juga halnya dengan
pelanggan, mereka akan dapat memperoleh barang ataupun jasa yang ditawarkan
perusahaan dengan harga yang wajar dan dengan uang yang mereka korbankan saat
membeli; pemasok akan menerima pembayaran atas barang atau jasa yangmereka
serahkan kepada perusahaan dan bahkan masyarakat sekitarnya pun diharapkan akan
memperoleh kontribusi sosial atau bentuk-bentuk manfaat yang lainnya. Tata
hubungan yang sedemikian itulah yang ingin diwujudkan oleh corporate governance.
Agency Theory memberikan landasan model teoritis yang sangat
berpengaruh terhadap konsep good
corporate governance (GCG) di berbagai perusahaan di seluruh dunia.
Kemudian konsep ini menjadi sangat populer dan bahkan dapat dikatakan telah
menjadi isu sentral bagi kalangan pelaku usaha, pemerintah dan juga pihak-pihak
lainnya.
Agency Theory menjelaskan bagaimana hubungan kontraktual antara
pihak pemilik perusahaan (principal)
yang mendelegasikan pengambilan keputusan tertentu guna meningkatkan
kesejahteraannya dengan pihak manajemen / pengelola (agent) yang menerima pendelegasian tersebut.
Dari pengertian dan penjelasan diatas, dapat dijelaskan adanya hubungan
atau pengaruh sistem informasi pada suatu perusahaan terhadap pengendalian
internal dalam upaya mewujudkan Good Corporate Management (GCG).
Zaman modern saat ini identik dengan cepat, instan dan
mudah. Perkembangan pesat juga terjadi hampir disemua bidang seperti ilmu
pengetahuan, teknologi dan bisnis. Perkembangan dibidang bisnis yang sangat
kompetitif menuntut para pelaku bisnis untuk selalu berinovasi demi
mempertahankan eksistensi nya. Penyediaan informasi yang cepat dan tepat waktu
menjadi salah satu hal yang wajib dimiliki oleh setiap pelaku bisnis untuk
pengambilan keputusan supaya bisnis yang merak jalani terus bertahan atau
bahkan mengusai pasar.
Untuk mencapai penyediaan informasi perusahaan pelaku
bisnis harus memahami apa itu sistem informasi demi tersedianya informasi
perusahaan, tidak hanya cepat dan tepat waktu tetapi juga berkualitas.
Persaingan yang semakin tinggi diantara perusahaan yang satu dengan yang
lainya, menuntut perusahaan untuk bisa bersaing dengan perusahaan lain, maka
dibutukan management perusahaan yang baik dan terarah.
Penerapan proses GCG dalam suatu perusahaan merupakan
proses yang tidak mudah. Diperlukan konsistensi, komitmen dan pemahaman tentang
bagaimana seharusnya proses tersebut dijalankan dalam perusahaan. Dalam
perusahaan publik maupun di BUMN penerapan proses GCG belum diterapkan dan
dipahami seutuhnya.
Keberhasilan penerapan GCG tidak
terlepas dari peran sistem informasi juga pengendalian internal yang baik dan
mampu memenuhi kebutuhan stakeholders
serta menjalankan fungsi pengawasan atas pelaksanaan internal control, yaitu : (1) lingkungan pengendalian, (2)
penilaian resiko, (3) informasi dan komunikasi, (4) aktivitas pengendalian, dan
(5) pemantauan, untuk memberikan keyakinan memadai bahwa tujuan pengendalian
dapat dipenuhi.
Contoh kerentanan dan penyalahgunaan sistem informasi & pengendalian
internal di perusahaan tempat saya bekerja
Saya
mengambil contoh di lingkungan tempat saya bekerja, salah satu group perusahaan
kami bergerak di bidang jasa bersih-bersih berbasis online. Kami menggunakan
media mobile app dan website untuk memudahkan customer
melakukan order.
Untuk
melakukan service, staff akan memperoleh data customer melalui mobile app masing-masing staff. Di
dalamnya ada informasi alamat customer dan service apa yang akan dikerjakan.
Di
awal berdirinya, dashboard (backend system) dari sistem ini masih
dapat diakses oleh bagian operasional dikarenakan banyaknya kendala dalam
pengaplikasian mobile app di divisi
service / operasional.
Hal
ini lah yang kemudian dimanfaatkan “pihak” yang tidak bertanggungjawab untuk
mengambil keuntungan dari kelemahan sebuah sistem.
Penyalahgunaan
yang dilakukan salah satu nya sbb :
Dikarenakan
web dan mobile app yang belum optimal, pelanggan kesulitan untuk melakukan
order ulang. Hal ini dimanfaatkan seorang staff operasional, untuk menawarkan
jasa service pribadi tanpa harus order melalui web atau mobile app.
Kerangka kerja untuk pengamanan dan pengendalian internal di perusahaan
tempat saya bekerja
Beberapa kerangka kerja yang
digunakan, diantaranya sbb :
1.
Penilaian
Resiko
Digunakan
untuk menentukan tingkat risiko untuk perusahaan jika kegiatan atau proses
tertentu tidak terkontrol dengan baik, salah satunya adalah potensi kerugian
dan nilai ancaman. Dalam contoh di atas : potensi kerugian terjadi karena
karyawan mengambil alih order / omset untuk kepentingan pribadi.
Kontrol yang
dapat dilakukan dalam contoh di atas adalah : Kontrol sistem informasi : dengan
melakukan kontrol atas aplikasi.
a. Kontrol
umum :
ü
Mengatur desain, keamanan, dan penggunaan
program komputer dan keamanan file data secara umum seluruh infrastruktur
teknologi informasi organisasi.
ü
Berlaku untuk semua aplikasi komputerisasi yang
terhubung dengan web dan mobile app.
ü Kombinasi
hardware, software, dan prosedur manual untuk menciptakan lingkungan
pengendalian secara keseluruhan.
b. Kontrol
aplikasi :
ü
Kontrol tertentu yang unik untuk masing-masing
aplikasi, seperti harga pokok dan discount tertentu.
ü
Memastikan bahwa ada pihak yang berwenang dalam
penggunaan aplikasi, yang termasuk : kontrol input, kontrol penolahan dan
kontrol output.
2.
Kebijakan Keamanan
Peringkat
risiko informasi, mengidentifikasi tujuan keamanan diterima, misalnya dengan
pembatasan user dalam sebuah sistem atau aplikasi.
3.
Memastikan
Keberlangsungan Bisnis
Dapat dilakukan
dengan :
a.
Manajemen Identitas
ü
Proses bisnis dan alat untuk mengidentifikasi
pengguna yang sah dari sistem dan kontrol akses, misal :
•
Mengidentifikasi dan kewenangan berbagai
kategori pengguna (level user)
•
Menentukan bagian mana dari pengguna sistem
dapat mengakses, sesuai divisi masing-masing.
•
Otentikasi pengguna dan melindungi identitas.
ü
Sistem manajemen identitas, dengan :
•
Menangkap aturan akses untuk berbagai tingkat
pengguna (level user).
b.
Perencanaan pemulihan bencana, dalam hal ini sesuai
contoh di atas adalah kewaspadaan management atas pelayanan yang kurang baik,
yang mengatas namakan perusahaan untuk kepentingan pribadinya.
c.
Perencanaan kelangsungan bisnis : fokus pada pemulihan
operasi bisnis setelah bencana. Analisis dampak kelemahan sistem terhadap bisnis
dan kelangsungan perusahaan.
4.
Peran dan
Proses Audit
Dengan
melakukan Audit Management Information System (MIS), dengan
cara :
a.
Memeriksa keamanan lingkungan keseluruhan perusahaan
serta kontrol yang mengatur sistem informasi individual
b.
Ulasan teknologi, prosedur, dokumentasi, pelatihan, dan
personil.
c.
Bahkan dapat mensimulasikan bencana untuk menguji
respon teknologi, IS staf, karyawan lainnya.
d.
Daftar dan jajaran semua kelemahan kontrol dan perkiraan
kemungkinan terjadinya.
e.
Menilai dampak keuangan dan organisasi masing-masing
ancaman
DAFTAR PUSTAKA :
1.
Hapzi Ali, 2017, Modul Perkuliahan Sistem
Informasi dan Pengendalian Internal, Melindungi SI, Konsep & Komponen
Pengendalian Internal, Universitas Mercu Buana.
2.
repository.unpas.ac.id/.../RETNOWINDASARI,
diakses
pada 8 May 2017, pukul 18.29 WIB.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar